MENJADI CERDAS

Kembangkan Diri, Jadikan Hidup Lebih Berarti!
RSS

Tulisan Terakhir

  • Mengenal Macam-macam Kecerdasan
  • Menguak Keajaiban Pikiran
  • Selamat Datang!
Jan03

Mengenal Macam-macam Kecerdasan

by admin on Januari 3rd, 2012 at 05.28
Posted In: Umum

Pada dasarnya setiap orang adalah cerdas secara alami karena masing-masing telah dikaruniai kemampuan dasar (potensi). Hanya saja, tidak setiap diri sanggup mendayagunakannya. Untuk itu perlu dilakukan pemicuan, berupa latihan pengembangan kemampuan-kemampuan pendukung agar kecerdasan alami tersebut bekerja. Baru setelah pemicuan berhasil, orang dapat mengembangkan kecerdasan itu, dan menggunakannya untuk kepentingan hidupnya. Untuk itu kita perlu mengenal terlebih dahulu mengenai apa itu kecerdasan.

Untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang kecerdasan ini, coba cek lagi postingan berjudul “Menguak Keajaiban Pikiran” terlebih dahulu.

Apa kecerdasan itu? Ada banyak definisi tentang kecerdasan, mulai dari kajian psikologis hingga kajian filosofis. Namun, pemilihan definisi tentunya harus disesuaikan dengan kegunaan dan fungsinya, sesuai konteksnya.

Pengertian kecerdasan pada hakikatnya merujuk pada kemampuan atau tingkat kemampuan seseorang dalam mendayagunakan potensi terbaiknya untuk mengatasi persoalan hidup. Dalam konteks ini, kemampuan itu bukan sekadar kemampuan kognitif, melainkan juga kemampuan-kemampuan yang lain, seperti kemampuan sosial dan semacamnya. Kemampuan itu diperoleh melalui proses yang disengaja, dan berfungsi sebagai kekuatan dalam mengatasi persoalan.

Bill Lucas (2006) menyebut bahwa kecerdasan melibatkan kombinasi dari “keterampilan” dan “pemahaman” dalam konteks yang beragam. Menurutnya, jika Anda cerdas, Anda pintar menggunakan otak Anda dengan berbagai cara yang berbeda. Jika otak Anda bekerja dengan baik, Anda mampu belajar melakukan banyak hal yang sebelumnya tidak Anda ketahui. Latihan dan bukan kehendak alam yang memegang peranan penting.

Apa yang disebutkan Bill Lucas tersebut sejalan dengan yang pernah disampaikan seorang ahli psikologi terkenal dari Prancis, Jean Peaget, yang mengatakan bahwa kecerdasan adalah “apa yang Anda gunakan ketika Anda tidak tahu apa yang Anda ingin lakukan”.

Macam-macam Kecerdasan

Awalnya, kecerdasan manusia yang banyak dibicarakan adalah kecerdasan intelektual (IQ, Intellectual Quotient), seperti yang digagas oleh Alfred Binet dan William Stern pada awal abad ke-20. Kecerdasan ini berpengaruh luar biasa dalam kehidupan kita. Tes IQ sering digunakan, baik di sekolah atau di tempat kerja. Kita juga merasa bangga ketika anak-anak kita mendapatkan ranking unggul di sekolah.

Kecerdasan jenis lain adalah apa yang disebut sebagai kecerdasan emosional (EQ, Emotional Quotient), sebagaimana disampaikan oleh Daniel Goleman. Kecerdasan jenis ini diklaim memberikan sumbangan sebesar 80% bagi keberhasilan hidup seseorang. menurut Goleman (2003), IQ (kecerdasan intelektual) hanya kira-kira 20% bagi faktor-faktor penentu sukses dalam hidup, sedangkan yang 80% diisi kekuatan-kekuatan lain. Kekuatan lain itu adalah kecerdasan emosional, yakni suatu kemampuan untuk memotivasi diri dan bertahan menghadapi frustrasi; mengendalikan dorongan hati dan tidak melebihkan kesenangan; mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir; berempati dan berdoa.

Ada juga kecerdasan spiritual (SQ, Spiritual Quotient), sebagaimana disampaikan oleh Danah Zohar. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value, yakni suatu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. SQ adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif, dan merupakan kecerdasan tertinggi kita (dalam Ary Ginanjar Agustian, 2001).

Howard Gardner bahkan mengenalkan kecerdasan lebih banyak lagi, yang disebut dengan kecerdasan berganda (multiple intelligences). Kecerdasan yang dikenalkan Gardner ini telah membuka para pendidik pada kemungkinan dan tantangan baru, memberikan cara-cara baru untuk memudahkan pemahaman yang mendalam dalam kegiatan pendidikan. Kecerdasan berganda dimaksud meliputi kecerdasan spasial-visual, linguistik-verbal, interpersonal, musikal, naturalis, bodi-kinestetik, intrapersonal, dan logik-matematis, eksistensial.

Sternberg (2003) mengelompokkan kecerdasan ke dalam tiga kelompok, yang merupakan inti teorinya yang disebut “Teori Kecerdasan Tritunggal”, yaitu kecerdasan analitis, kecerdasan kreatif, dan kecerdasan praktis. Kecerdasan analitis merupakan kemampuan untuk memenuhi tugas-tugas akademik dan pemecahan masalah, seperti yang digunakan dalam tes-tes kecerdasan tradisional. Kecerdasan kreatif atau sintetis merupakan kemampuan untuk menangani situasi-situasi baru dan tidak lazim dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki. Kecerdasan praktis merupakan kemampuan untuk beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari dengan cara menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Kecerdasan jenis ini membuat seseorang mengerti apa yang perlu dilakukan dalam situasi tertentu, dan melakukannya dengan baik (wikipedia.org).

Bagaimana Anda memahami kecerdasan Anda? Apakah Anda telah mengembangkan salah satu atau lebih dari bermacam kecerdasan di atas? Bagaimana Anda menjadi cerdas? Kita tunggu postingan berikutnya.

└ Tags: kecerdasan, macam-macam kecerdasan
 Comment 
Des31

Menguak Keajaiban Pikiran

by admin on Desember 31st, 2011 at 21.27
Posted In: Umum

Pikiran, bagi setiap orang, merupakan anugerah Tuhan yang tak ternilai harganya. Seseorang menjadi apa saja, tergantung dari pikirannya. Jika ia berpikir bahwa ia bisa melakukan sesuatu, maka ia akan bisa melakukannya. Sebaliknya, jika ia berpikir bahwa ia tidak bisa melakukan sesuatu, maka ia memang tidak bisa melakukan sesuatu. Mengapa demikian?

Alasannya sederhana. Seseorang yang berpikir bahwa dirinya bisa melakukan sesuatu akan memiliki semangat juang yang tinggi sekaligus mengumpulkan pikiran-pikiran positif untuk mewujudkan keinginan yang dilandasi dengan keyakinan yang tinggi. Sebaliknya jika seseorang berpikir bahwa ia tidak bisa melakukan sesuatu, maka ia akan mencari pendukung yang menguatkan ketidakmampuannya itu.

Seseorang menjadi pemenang atau pecundang, tergantung dari bagaimana orang itu memandang dirinya sehingga ia sanggup mendayagunakan kemampuan pikirnya atau sebaliknya membiarkan pikirannya tidak bekerja. Sebab itu pikiran memiliki pengaruh yang besar bagi kehidupan seseorang, yang dapat menjadikan diri pemiliknya manusia hebat atau bahkan terpuruk sebagai “pecundang” dalam kehidupan di muka bumi ini.

Otak = Pikiran?

Di dalam tubuh manusia terdapat segumpal organ yang berfungsi untuk mengendalikan tubuh. Organ tubuh itu adalah otak. Otak memiliki dua pengertian, yaitu secara fisik dan secara psikis (kejiwaan).

Secara fisik, otak merupakan jaringan yang berada di kepala. Volumenya sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh (http://id.wikipedia.org/wiki/Otak).

Secara kejiwaan, otak adalah alat penyeimbang tubuh. Hasil kerja otak itulah yang disebut pikiran. Dalam memahami otak, kita akan menggunakan kedua pengertian itu secara terintegrasi. Kadang-kadang otak berarti fisik, tetapi kadang-kadang berarti psikis.

Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pikiran. Otak dan sel saraf di dalamnya dipercayai dapat memengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan mengenai otak memengaruhi perkembangan psikologi kognitif. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi, ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.

Lebih khusus, pikiran adalah perpaduan antara kerja otak dengan kepribadian. Bill Lucas menggambarkan perpaduan otak dan kepribadian sehingga menjadi pikiran seperti berkut: OTAK  +  KEPRIBADIAN  =  PIKIRAN.

Bagaimana dengan kecerdasan? Adakah hubungan antara otak dan kecerdasan? Mengapa orang harus cerdas? Bagaimana menjadi cerdas? Dan pertanyaan-pertanyaan lain seputar otak pikiran, kecerdasan, dan menjadi cerdas akan dijawab pada postingan-postingan mendatang. So, tetaplah terhubung dengan kami!

└ Tags: otak dan pikiran
 Comment 
Des31

Selamat Datang!

by admin on Desember 31st, 2011 at 01.51
Posted In: Umum

Selamat datang di MenjadiCerdas.com. Blog ini dibangun sebagai sarana untuk berbagi informasi terkait upaya pengembangan diri melalui pengoptimalan kecerdasan bagi setiap orang. Ya, kita memang harus selalu mengembangkan diri kita supaya lebih baik dari waktu ke waktu.

Lebih baik dalam belajar, lebih baik dalam bekerja, lebih baik dalam bermasyarakat. Pendek kata, lebih baik dalam kehidupan. Dengan demikian, hidup kita akan lebih berarti, baik untuk diri sendiri, keluarga, sanak saudara, teman kerabat, dan masyarakat luas.

Semakin baik diri kita dan berbuat baik kepada sesama, semakin berarti hidup kita. Dan untuk itu kita harus cerdas menjalani kehidupan ini.

Selamat bergabung!

└ Tags: cerdas, hidup berarti, menjadi cerdas
2 Comments
Januari 2012
S S R K J S M
« Des    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

©2011-2012 MENJADI CERDAS | Powered by WordPress with Easel | Subscribe: RSS | Back to Top ↑